Indonesia Membutuhkan Banyak Tenaga Programmer

  • Home
  • Indonesia Membutuhkan Banyak Tenaga Programmer
Shape Image One
Indonesia Membutuhkan Banyak Tenaga Programmer

Indonesia Membutuhkan Banyak Tenaga Programmer

Seperti disampaikan dibeberapa media online, saat ini Indonesia dihadapkan pada suatu tantangan yang cukup berarti terhadap kesiapan Tenaga Programmer Profesional yang dibutuhkan di Industri dalam Negeri. Seperti yang kami kutip dihalaman Kominfo ( https://kominfo.go.id/content/detail/10247/indonesia-darurat-tenaga-programmer/0/sorotan_media ) bahwa pada saat itu ketika Bapak Rudiantara masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika ( 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019 ) menyampaikan bahwa “Kita ini kekurangan pasokan SDM, engineer. Lihat yang besar seperti Gojek dan Tokopedia mereka harus lari kemana,” Beliau juga menambahkan beberapa informasi terkait hal tersebut bahwa salah satu Start Up Unicorn Indonesia mendatangkan programmer-programmer yang berasal dari warga India. Perusahaan Start Up tersebut bahkan sudah mendirikan pusat litbang di Bengaluru, India, dalam pemberitaan tersebut ditambahkan Pemerintah juga mulai melihat sekolah vokasional ( sekolah kejuruan, program vokasi, Kursus, dll) untuk jadi pencetak cepat para tenaga Programmer / software engineer yang lebih implementatif dan masuk ke operasional perusahaan dan bukan merupakan jenjang Doktoral.

Bahkan Presiden Jokowi juga mengungkapan hal yang senada dengan pertnyataan bapak Rudiantara yang kami sampaikan diatas, Beliau, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan “Kita membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan,” kata Jokowi, Senin (3/8/2020) (sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200804104458-37-177269/ri-butuh-jutaan-ahli-it-ini-lowongan-paling-dicari-gajinya). Sumber lainnya (https://lppm.itn.ac.id/home/detail_berita/N20091215005) mengatakan bahwa tiap tahunnya Indonesia hanya mampu menghasilkan tenaga programmer kurang lebih 25.000 per tahun yang merupakan lulusan dari lebih kurang 500 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Sedangkan kebutuhan industri setiap tahunnya 500.000 ribu tenaga Programmer, dengan demikian secara potensi tenaga Programmer dibutuhkan tidak saja di sektor industri digital, saat sudah masuk ke hampir semua sektor bisnis mulai dari sektor Keuangan, Retail, Pendidikan, Kesehatan dan banyak lagi sektor-sektor lainnya.

Dengan mengadaptasi studi kasus dan kebutuhan industri akan tenaga profesional Software Engineer, baik untuk Mobile Application Developer Android/IOS, Web Programing, Data Engineer, Fullstack dan lainnya diharapkan Sekolah Vokasi, Kursus dan juga lembaga profesi lainnya, mampu bersinergi dan menjawab tantangan kedepan akan tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga profesional Programmer yang berkompeten dan bisa melakukan problem solving secara mandiri

Untuk mendapatkan jumlah yang diharapkan tentu tidak mudah, karena tidak hanya aspek teknis tetapi juga aspek non teknis dari para calon programmer harus dipersiapkan dengan baik. Tidak jarang aspek non teknis mempengaruhi aspek teknis sehingga membuat calon programmer gagal dalam berkarir di dunia Digital maupun pengembangan Teknologi Informasi Nasional.

4 element non teknis yang cukup berpengaruh seorang calon programmer gagal berkarir di dunia IT :

  • Kurangnya motivasi mendalami teknis Programming
  • Merasakan work life balance yang tidak seimbang
  • Kurangnya passion dalam programming 
  • Berharap Gaji yang tinggi dengan usaha yang minimal

Pahami Coding Seperti Permainan

Terlepas dari bagaimana cara para calon programmer memiliki minat lebih terhadap dunia teknologi digital terutama sebagai engineer terkadang sebagai lembaga pendidikan perlu memberikan insentif lebih kepada para siswa dengan penanganan yang lebih menarik dan menyenangkan seperti bermain game. Diharapkan dengan hal tersebut para siswa bisa lebih terhubung dengan materi ajar dan bisa menggambarkan secara visual dan menimbulkan minta untuk mengeksplore lebih dalam secara teknis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.